REFORMASI KEDIKLATAN MELALUI E-LEARNING

eLearning_icon

Teknologi pembelajaran saat ini telah masuk dalam salah satu pola dan metode pembelajaran yang diakui memberikan dampak besar terhadap komunitas pembelajaran di dunia. Salah satu teknologi yang sedang menjadi wacana diskusi nasional adalah penerapan tekonologi belajar melalui e-learning sebagai solusi terhadap permasalahan kuantitas

dan kualitas pembelajaran yang dapat dihasilkan oleh sebuah institusi.

Dibandingkan kelas tatap muka seperti yang biasanya dilakukan oleh banyak institusi pendidikan, kelas e-learning memberikan beberapa perbedaan yang cukup signifikan terhadap hasil dan output serta dampak terhadap kebutuhan peserta ajar,

institusi penyeleanggara maupun regulator sebagai pemegang kendali peraturan pembelajaran. Perbedaan metode menggunakan e-leraning tersebut adalah :

1.    Menghemat biaya

Teknologi yang menggunakan sistem distance learning berbasis web atau eLearning ini akan lebih menghemat 40-60% biaya pendidikan pada sistem kelas tradisional. Sistem ini akan mengurangi biaya-biaya utama yang harus dikeluarkan baik siswa, dosen, dan kampus. Biaya yang dihemat antara lain pada :

•    Biaya Perjalanan, hampir 40% biaya pendidikan adalah pada biaya perjalanan, yang antara lain digunakan untuk membayar transportasi bis, taxi, parkir, makan, dan lain sebagainya.
•    Biaya Fasilitas dan Penyelenggaraan, sistem distance learning berbasis web ini akan mengemat biaya untuk penyediaan fasilitas kelas seperti meja, kursi, whiteboard, dan berbagai macam kebutuhan kelas lainnuya. Dengan menggunakan virtual library, simulasi, dan sistem on-line akan mengurangi biaya yang harus dikeluarkan oleh kampus sebagai penyelenggara pendidikan.
•    Biaya Administrasi,  dengan sistem ini institusi akan lebih mudah dan ringan.  Pekerjaan bagi seorang administrasi seperti : pendaftaran mahasiswa, penyebaran dan penyediaan materi belajar, pengaturan penilain, pengumpulan saran-saran, dan lain sebagainya tidak perlu dilakukan secara manual.
•    Biaya Gaji, seorang pekerja atau pengajar akan dibayar sesuai dengan lama waktu yang dibutuhkan untuk proses mengajar. Meskipun waktu proses belajar mengajar sistem Distance learning berbasis web dengan sistem kelas tradisional hampir sama, tetapi biaya yang digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi akan terkurangi. Sebagai contoh seorang pengajar yang mengajar untuk tiga hari pertemuan, tetapi dia diasumsikan mebutuhkan waktu lima hari untuk berangkat dan kepulangan. Dengan sistem ini biaya tiga hari kuliah akan dibayar tiga hari gaji.

Ada banyak cerita sukses terhadap pengurangan biaya operasional terhadap kegiatan pengembangan SDM dengan menggunakan eLearning ini :

a.    Buckman Lab: $2.4 juta mengurangi biaya hingga $400 ribu
b.    Aetna: terkurangi hingga  $3 juta
c.    HP: $7 juta hingga hanya $1.5 juta
d.    Federal Internasional Finance: berhemat hingga  $1 juta
e.    MCI WorldCom University telah menggunakan sistem training secara on-line dan telah menghemat biaya sebesar $2.68 million USD pada tahun 1998, yang digunakan untuk travel, penyediaan fasilitas, gaji ($ 1500 per siswa), dan pengembangan infrastruktur lainnya.

Data dari tabel dibawah ini adalah simulasi perbandingan antara biaya perkuliahan biasa dengan sistem perkuliahan berbasis web yang telah diterapkan di beberapa institusi pendidikan perguruan tinggi di amerika:

2.    Memperbaiki Sistem Pengajaran

Meskipun sebuah sistem baru, implementasi distance learning ini dalam proses pengajaran sangat banyak, antara lain  :

•    Memperbanyak aktifitas siswa, dengan sistem ini akan menuntut siswa untuk lebuh aktif . Siswa tidak hanya duduk dan medengarkan saja, tetapi dia akan lebih aktif  dan harus bepikir. Siswa akan lebih mengontrol sistem pembelajarannya sendiri. Dengan kondisi ini maka siswa akan merasa lebih bertanggung jawab dan belajar secara efektif.
•    Memperluas dalam perolehan sumber data dan sumber pengetahuan (knowledge resource),  dengan terkoneksi internet secara global maka siswa dapat mengeksplorasi sendiri sumber-sumber data untuk dipelajari dan dianalisis. Internet yang menyipan berjuta-juta informasi dapat menjadi media perpustakaan bagi siswa.
•    Kerjasama, dengan menggunakan discussion board maka siswa dapat saling berkomunikasi untuk berdiskusi, berdebat, dan saling bertuka pikiran dengan sesama siswa, dosen, bahkan orang luar secara global menggunakan koneksi internet.

3.    Lebih nyaman

Dari berbagai penelitian dipeoleh data bahwa sekitar 81% siswa merasa lebih nyaman menggunakan sistem pembelajran jarak jauh ini.  Mereka lebih memiliki keberanian untuk bertanya kepada instruktur dan mendapatkan jawaban dari permasalahan mereka sesuai kebutuhan mereka.

4.    Kebebasan siswa dan Universalitas

eLearning ini mampu menyesiakan dengan berbagai type siswa dan personalitas seperti : kecepatan berpikir, masalah bahasa (verbal), akititas siswa, introvet/ekstrovet, dan lain sebagainya.  Semua siswa akan merasa diperlakukan sama. Dengan demikian siswa akan lebih merasa bebas dan mampu berkonsentrasi kepada proses belajarnya daripada harus mempermasalahkan masalah sosial yang muncul. Cukup menggunakan sandal dan piyama siswa dapat mengikuti proses belajar.
Dengan metode ini siswa dapat menentukan langkah-langkah pembelajaran dan penjadwalannya (schedule). Seorang siswea dapat belajar dengan waktu yang lama, dimana seharusnya dalam sebuah perkuliahan membutuhkan waktu beberapa jam. Dan dia dapat mengulangi pelajaran kapan pun bila mungkin mengalami sebuah kesulitan atau mungkin begitu tertarik terhadap mata kuliah tersebut.
Hal ini akan memberikan sisi positif terhadap siswa yaitu menciptakan rasa bertanggung jawab dan disiplin pribadi terhadap apa yang telah dilakukan.

5.    Kemudahan Pengajar

Seorang instruktur akan lebih mudah mengajar karena dia dapat memberikan materi belajar dari mana saja dengan sebuah koneksi internet. Dengan demikian akan megurangi biaya transportasi seorang instruktur dan menghemat waktu. Dan seorang instruktur dapat melakukan penilaian aktivitas siswa, nilai mid, ujian akhir secara penilaian otomatis yang dibuat pada sistem pembelajaran jarak jauh ini.

6.    Materi kuliah yang lebih dinamis

Seorang instruktur dapa menambah mata pelajaran kapan pun dengan cepat. Dia dapat mengirimkan materi dari rumah ketika dia tadi lupa memberikan kuliah ataupun ketika dia mempunyai sebuah inspirasi baru tentang materi kuliah. Dengan demikian maka informasi materi kuliah dapat up to date.

7.    Skalabilitas yang lebih luas

Dengan menggunakan perkuliahan berbasis web ini, maka masalah skalabilitas terhadap jumlah siswa (participant) tidak menjadi masalah lagi,. Jumlah 10 atau 100 siswa pun tetap sama bagi seorang dosen dalam mengajar, sehingga energi yang dikeluarkan untuk mengjar akan menjadi lebih kecil.

8.    Membentuk sebuah komunitas

Dengan Web orang mampu membuat komunitas yang mana orang dapat bertukar pikiran dan ilmu pengetahuan dengan mudah dan kapan saja. Sehingga orang dapat berinteraksi satu sama lain., dengan demikian akan menjadikan sisi humanisme dai teknologi ini.

Sesuai dengan penjelasan diatas dapat dibuatkan kesimpulan dalam table perbandingan metode konvensional dengan metode eLearning seperti dibawah ini :

e-leraning-perbandingan

Melihat hasil analisa perbandingan dua buah metode tersebut, rasanya akan sangat memberikan harapan bila dikatakan bahwa e-learning merupakan salah satu tools/alat bantu bagi proses reformasi kediklatan. Seperti pembahasan

mengenai reformasi pada artikel sebelumnya, perubahan yang dimaksud dengan metode ini adalah perubahan budaya, kultur kerja dan output yang dihasilkan dari pelaksanaan metode e-leraning ini, baik secara kunatitas maupun kualitas hasil kerja.

Berikut sedikit ilustrasi salah satu dampak yang bisa didapat dari proses perubahan metode kediklatan ini.

presentasi-elearning-1

presentasi-elearning-2

presentasi-elearning-3

presentasi-elearning-4

presentasi-elearning-5

presentasi-elearning-6

(To be Continued…)

Comments (3)


[...] E learning adalah istilah yang digunakan untuk sistem pembelajaran yang ditunjang dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), diperluas dengan memasukkan komputer, perangkat mobile seperti seluler, PDA, dan mp3 player. Pembelajaran elektronik ini juga memasukkan unsur-unsur penggunaan bahan pembelajaran berbasis web, hypermedia dalam blog, wiki, chat, ujian berbasis komputer, animasi, simulasi, permainan, learning management software, electronic voting system, survey, dengan kombinasi beragam metode yang digunakan. Pengembangan e-Learning sangat diperlukan untuk menunjang pembelajaran konvensional serta menyiapkan media media untuk menciptakan lingkungan belajar yang fleksibel, mudah untuk diakses darimana saja dan kapan saja. Dengan sistem e-learning, peserta dapat mengikuti kelas serta ikut ujian dari tempat bekerja atau tempat tinggalnya. Selain itu dengan media digital, bahan ajar e-learning dapat lebih diperkaya dengan menyediakan paduan teks, video dan audio, yang dilengkapi dengan simulasi dan animasi. [...]

Ayu Tri

October 26th, 2009 at 3:37 am    


setelah dilihat dari artikel diatas e-learning memang mempunyai banyak kelebihan tetapi saya harap ada banyak institusi pendidikan juga jagna bergantung terlalu banyak pada e-learning ini karena sistem pengajaran secara konvensoinal juga sangat dibutuhkan..

tapi terima kasih banyak loh atas artikelnya jadi menambah pengetahuan saya tentang e-learning itu sendiri..

admin

October 26th, 2009 at 4:00 am    


#Ayu Tri : Setuju sekali mbak ayu, paling baiknya adalah digabungkan atau istilahnya di’Blended”.
Sama-sama mbak ayu, saya juga sudah lihat-lihat websitenya…lebih banyak lagi sharing yang saya dapat.

Leave a reply

Name *

Mail *

Website