REFORMASI BIROKRASI INDONESIA

September 15th, 2009

biroMenurut Wikipedia.Org, Reformasi secara umum berarti perubahan terhadap suatu sistem yang telah ada pada suatu masa, sementara birokrasi adalah suatu organisasi yang memiliki rantai komando dengan bentuk piramida, umumnya organisasi dalam militer dan pemerintahan. Pendek kata reformasi birokrasi artinya upaya perubahan dalam sebuah institusi publik yang diarahkan pada upaya peningkatan performansi layanan kepada umum atau masyarakat luas. Indonesia dalam menapaki proses refromasi ini memerlukan koordinasi antar institusi yang ada didalam struktur pemerintahan dalam berbagai bidang. Read the rest of this entry »

BISNIS SEPAKBOLA YANG MENGGIURKAN

September 14th, 2009

bola-championOlahraga bukan hanya sekedar olah fisik semata namun merupakan sebuah olah bisnis yang luar biasa besarnya. Banyak cabang olahraga yang dapat dijadikan sebagai mesin uang bagi para pebisnis, namun dalam ulasan ini kita coba salah satu cabang olah raga yang memiliki potensi bisnis yang dahsyat yaitu sepakbola. Kita akan lihat beberapa aspek dalam sepakbola terkait dengan bisnis yang ada didalamnya, seperti :

  1. Potensi sumber pemasukan
  2. Market share
  3. Kompetisi sepakbola di Indonesia
  4. Kompetisi sepakbola di eropa Read the rest of this entry »

PERKEMBANGAN STUDIO ANIMASI DUNIA

September 12th, 2009

universal2

Film animasi tidak akan lepas dari rumah produksi atau studio yang membuat film tersebut. Umumnya studio animasi memiliki banyak ruang produksi didalamnya dan teknologi komputer yang berspesifikasi tinggi, apalagi bila studio tersebut adalah studio animasi. Saat ini telah banyak studio yang tumbuh dan menghasilkan karya-karya animasi yang spektakuler dan box office dimana-mana. Industri animasipun berkembang sebagai salah satu alat pemacu gerak putar roda ekonomi sebuah negara, karena begitu besarnya omset ekonomi yang dihasilkan dari industri kreatif ini. Read the rest of this entry »

KRISIS AMERIKA DALAM ANGKA

September 12th, 2009

Jesse+Jackson+Holds+Press+Conf+Economic+Crisis+ChMEC4AOCoplTahun 2008 – 2009 dunia mengalami krisis ekonomi global, kondisi ini bermula dari krisis ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat, yang cukup menghentak banyak pihak. Banyak yang terkejut mengapa negara sebesar Amerika Serikat bisa mengalami krisis ekonomi atau moneter yang merontokan pasar saham dan keuangan di Amerika Serikat dan Bahkan di dunia. Berikut data berupa angka-angka disekitar peristiwa global ini : Read the rest of this entry »

SANG PENGUBAH SEJARAH AMERIKA, BARACK OBAMA

September 12th, 2009

Barack-Obama-Urges-Early-VotingAmerika pada tanggal 5 November 2008 telah memutuskan untuk mengubah sejarah dalam perjalanan negaranya. Presiden Amerika Serikat pertama yang berasal dari ras Africa Amerika berhasil menduduki posisi nomor satu di negara Adi daya Amerika Serikat. Beliau adalah Barack Hussein Obama II atau lebih dikenal dengan nama Barack Obama. Sedikit ulasan tentang profil Barack Obama :

Profile Barack Obama

Barack Obama dilahirkan di Honululu, hawai tepatnya di Kapi’olani Medical Center for Women & Children. Anak dari pasangan Barack Hussein Obama Sr. berasal dari Kenya Afrika dan Ann Dunham seorang kulit putih yang berasal dari Wichita Kansas. Ayah dan Ibu Obama ini bertemu tahun 1960 di Universitas Hawaii dimana saat itu Ayahnya adalah mahasiswa luar negeri. Read the rest of this entry »

FAKTA TENTANG BILL GATES

September 12th, 2009

bill-gates_reutBill Gates rupanya tak pernah tumbang. Nama besarnya seakan tak pernah terpisahkan dari aroma kekayaan. Sang pendiri raksasa software Microsoft Corp. itu oleh majalah Forbes lagi-lagi dinyatakan menjadi orang terkaya dunia untuk ketiga belas kalinya.

Pria tersebut diestimasikan memiliki kekayaan sebesar US$ 56 miliar atau sekitar Rp 513,9 triliun (US$1=Rp 9.178 sumber: detik.com). Kekayaan tersebut senilai 71% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia 2007. Menurut data dari Departemen Keuangan, APBN Indonesia tersebut menyentuh angka sekitar Rp 723 triliun. Read the rest of this entry »

REFORMASI DIKLAT…MAHAKARYA PROGRAM PEMBINAAN APARATUR?

August 17th, 2009

PNSPegawai Negeri Sipil (PNS) saat ini berjumlah kurang lebih 4 Juta orang, kurang lebih 4% dari total jumlah angkatan kerja Indonesia yang berjumlah sekitar 100 Juta jiwa, sebuah angka yang relatif sangat kecil namun jumlah PNS tersebut menyedot anggaran dana dalam APBN sebesar 128 Trilyun Rupiah (Tahun 2007), Jumlah belanja pegawai tersebut setara dengan penerimaan sumberdaya alam yang besarnya Rp 126 triliun. Artinya, menguras isi perut bumi pertiwi masih belum cukup untuk membayar para PNS. Read the rest of this entry »

STANDARD KOMPETENSI, MAKHLUK APAKAH ITU?

August 15th, 2009

3083730291_c88ed38248

Sebuah cerita disebuah rumah makan ternama di Ibukota, bertemulah 2 orang sejawab, namun bekerja pada perusahaan yang berbeda, mereka berdua telah puluhan tahun bekerja diperusahaan masing-masing. Sebut saja si A dan si B, mereka berbincang-bincang tentang karir diperusahaannya masing-masing, si A bercerita tentang karir diperusahaannya

“Aku telah bekerja di perusahaanku puluhan tahun, pertamakali aku bergabung dengan perusahaan itu, mereka menempatkanku pada posisi dimana aku harus belajar sambil bekerja, sementara latar belakang pendidikanku adalah sarjana ekonomi aku ditempatkan dibagian marketing sesuai dengan kebutuhan perusahaan saat  itu. pertama aku duduk dijabatan itu aku butuh waktu untuk menyesuaikan diri selama 6 bulan, namun belum aku menguasai sepenuhnya, bossku bilang bahwa saat ini posisi Quality Control sedang kekurangan orang, karena orang yang sebelumnya pindah ke perusahaan lain. Mulailah aku pindah kebagianku, disini aku membutuhkan waktu 8 bulan untuk penyesuaiannya karena memang bidang ini butuh ketelitian dan keahlian yang lebih dibanding lainnya. Dengan kondisi kerja seperti itu, saat ini kondisi kesejahteraanku tidak terlalu signifikan dibanding kondisiku sejak pertama aku disini, standard gaji yang tidak jelas, penempatan orang yang seenaknya sendiri, saat ini turn over karyawan diperusahaanku sangat tinggi sehingga biaya untuk pengembangan SDM sangat besar sekali dan ini yang membuat kami semua kecewa, karena Bonus yang dijanjikan ternyata tidak dapat dikeluarkan, bla–bla–bla ” demikian si A memaparkan kondisinya. Tidak kalah semangat si B juga bercerita tentang karirnya di perusahaannya “Saat ini aku menjawab sebagai manager di perusahaanku, satu tingkat dibawah direktur, dulu pertama aku masuk perusahaan ini, mereka hanya meminta saya menunjukkan sertifikat kompetensi kerja yang sesuai dengan apa yang diinginkan perusahaan karena pada salah satu bagian mereka membutuhkan seorang tenaga yang siap pakai dan siap kerja, diperusahaan itu aku tidak mendapatkan orientasi kerja, karena pada dasarnya yang masuk ke situ adalah orang yang kompeten, sehingga aku langsung dapat menunjukkan produktifitas kerjaku, dalam waktu 3 bulan aku dipromosikan naik satu level, karena mereka memiliki target performa yang diinginkan dan aku melaluinya dengan sangat baik, pandapatanku naik hampir 4 kali lipat sewaktu aku pertama kali masuk perusahaan ini, bonus perusahaan berikan setiap tahun, bahkan pada waktu tertentu kami semua berekreasi keluar kota untuk refreshing bersama dengan para keluarga karyawan, bla–bla–bla”. Itulah sekelumit kisah seputar kondisi bagaimana seseorang bekerja sesuai dengan bidangnya  dan bagaimana perusahaan mengakomodasi kemampuan sesorang terhadap jenjang karir didalam sebuah perusahaan.

Ada sebuah kata yang tadi terselip diantara percakapan 2 orang diatas, yaitu KOMPETEN, apakah itu? dan bagaimana melakukan penilaian terhadap KOMPETENSI seseorang? berikut adalah sebuah diskusi kecil terkait hal tersebut.

Apa yang dimaksud kompeten atau kompetensi itu?

Didalam Skills toward 2020 (1996) yang diambil dari openlibrary.org, banyak yang mengadopsi definisi kompetensi dari National Training Board-nya Australia, yakni: “the ability to perform the activities in an occupation or function to the standards expected by employment” (NTB, 1991). “Ability” di sini biasanya diartikan merupakan kombinasi “knowledge, skills and attitudes”. Atau diambil dari proyek riset yang diadakan oleh OECD yang khusus membahas pendefinisian kompetensi (judul proyeknya: Definition and selection of competencies). Proyek ini dimulai pada 1997 dan dalam Symposium keduanya (2003): ada kesepakatan definisi kompetensi: A competence is defined as the ability to meet complex demands successfully through the mobilization of mental prerequisites (Rychen & Salganik, 2003). Jadi bisa disimpulkan bahwa kompetensi itu adalah kombinasi dari Pengetahuan, Kemampuan dan Etika kerja sesorang yang dipertemukan dengan kebutuhan ditempat kerjanya, sehingga menghasilkan produktifitas kerja yang diharapkan.

Bagaimana cara mengukur kompetensi?

Mudah, bandingkan saja dengan standar Pengetahuan, Keahlian dan Etika yang ada, disebut juga Standar Kompetensi Kerja. Ilustrasinya adalah seperti dibawah ini :

timbangan-kompetensi

Untuk mengukur kompetensi itu sangat mudah, cukup membuat sebuah pemberat berupa buku-buku yang berarti peraturan-peraturan yang berisi sebuah standar, dalam hal ini adalah standar kompetensi seseorang, kemudian timbang KSA sesorang berupa Pengetahuan, Keahlian dan Etika seseorang dengan standar yang telah dibuat tersebut. Bila hasil timbangan tersebut miring/berat kearah pemberat (dalam hal ini standar kompetensi) maka berarti orang yang bersangkutan tersebut belum seberat standar yang diberlakukan, atau dalam kata lain orang tersebut belum KOMPETEN atau memiliki KOMPETENSI yang diharapkan. Sedangkan bila sebaliknya maka orang tersebut telah kompeten terhadap sebuah bidang pekerjaan.

Apakah Standar Kompetensi itu ?

Standar Kompetensi adalah pernyataan-pernyataan mengenai pelaksanaan tugas di tempat kerja yang digambarkan dalam bentuk hasil output :
•    Apa yang diharapkan dapat dilaksanakan oleh karyawan.
•    Tingkat kesempurnaan pelaksanaan kerja yang diharapkan dari karyawan.
•    Bagaimana menilai bahwa kemampuan karyawan telah berada pada tingkat yang diharapkan.

Kegunaan Standar Kompetensi diantaranya adalah :
•    Lebih efesien dalam biaya, dan membuat pendidikan dan pelatihan keterampilan lebih relevan.
•    Pembentukan keterampilan yang lebih baik untuk dapat bersaing ditingkat internasional.
•    Penilaian yang lebih konsisten.
•    Adanya hubungan yang lebih baik antara pelatihan, penilaian dan pemberian sertifikat.
•    Kemungkinan diakuinya pelajaran-pelajaran yang telah diterima sebelumnya.

Untuk Tingkat industri dan perusahaan :

* Pengidentifikasian yang lebih baik mengenai keterampilan yang dibutuhkan.
* Pemahaman yang lebih baik mengenai hasil pelatihan.
* Berkurangnya pengulangan dalam usaha pengadaan pelatihan.
* Peningkatan dalam perekrutan tenaga baru.
* Penilaian hasil pelatihan yang lebih konsisten dan dapat diandalkan.
* Pengidentifikasian kompetensi di tempat kerja yang lebih akurat.

Bagaimana Bentuk standar Kompetensi?

Suatu unit Standar Kompetensi mencakup pesan kunci di tempat kerja dan terdiri dari empat komponen :
* Elemen yang menggambarkan garis besar aktifitas-aktifitas terpenting yang termasuk dalam peran.
* Kriteria pelaksanaan tugas yang merinci hal-hal yang harus dilakukan untuk menunjukkan kemampuan seseorang.
* Beberapa variabel yang dapat menggambarkan relevan konteks dan kondisi pada suatu unit.
* Penentuan bukti yang memberikan gambaran bagaimana kompetensi akan diakui.

Apakah Penilaian Berdasarkan Kompetensi ?

Penilaian Berdasarkan Kompetensi adalah suatu penilaian di mana bukti dari pekerjaan yang dilaksanakan dibandingkan dengan kriteria pelaksanaan tugas relevan di tempat kerja. Penilaian kemudian memutuskan apakah kretiria pelaksanaan tugas telah dipenuhi atau tidak.
Berikut ini adalah beberapa mamfaat dari pekerjaan ini :

* Peserta yang pandai yang dapat memperlihatkan bahwa dirinya kompeten dalam keterampilan tertentu dapat maju lebih cepat.
* Perusahaan dan organisasi dapat mengidentifikasi staf yang sesungguhnya membutuhkan pelatihan.
* Motivasi staf dapat ditingkatkan melalui pengakuan atas kompetensi yang telah dicapai.
* Keterlibatan tempat kerja dan industri.

Penilaian berdasarkan Kompetensi dapat melibatkan berbagai metode :
* Observasi atas pelaksanaan tugas oleh peserta.
* Memeriksa proses yang digunakan dan produk yang dihasilkan.
* Ujian tertulis dan esai untuk mengukur tingkat pengetahuan.
* Ujian lisan dalam hubungannya dengan demonstrasi praktis.
* Proyek perseorangan atau kelompok, biasanya tanpa pengawasan.
* Simulasi dan bermain pesan.
* Kumpulan contoh dan sampel yang dipakai untuk menilai presentasi dalam keterampilan seseorang sebelumnya.
* Latihan tanya jawab interaktif menggunakan komputer.
* Penilaian ini dapat dilaksanakan oleh pelatih pengawas di tempat kerja atau penilai yang diakui oleh industri.

Untuk Memperoleh Kompetensi Apakah Perlu Training dan Apa Jenis Trainingnya?

Bila anda telah kompeten terhadap bidang kerja anda maka anda tidak perlu meengikuti training, cukup langsung melakukan assesment saja terhadap Kompetensi anda, namun bila anda belum kompeten maka anda perlu dilatih dengan pendidikan atau pelatihan atau training untuk mendapatkan itu. Jenis trainingnya adalah Taining Berbasis Kompetensi atau disebut Competency Based Training (CBT).

Apakah Pelatihan Berdasarkan Kompetensi itu (Competency Based Training (CBT))?

Pelatihan Berdasarkan Kompetensi (CBT): adalah pelatihan yang didasarkan atas hal-hal yang diharapkan dapat dilakukan oleh seseorang ditempat kerja. Hal ini secara luas diterima di mancanegara, dan merupakan salah satu cara untuk membuat pelatihan lebih relevan terhadap dunia kerja.
CBT memberikan tekanan pada apa yang dapat dilakukan oleh seseorang sebagai hasil dari pelatihan (output). Hal ini berbeda dengan pendekatan tradisional yang lebih memberikan tekanan pada jumlah kehadiran dalam pelatihan (input).
Dengan demikian, manfaat CBT adalah :
Untuk Peserta, CBT dapat :

* Memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar mengembangkan keterampilan dengan tingkat kecepatan yang berbeda dan dengan cara yang berbeda.
* Memungkinkan peserta untuk lebih bertanggung jawab terhadap kemajuannya.
* Memotivasi peserta.
* Membuat peserta aktif dan dapat memusatkan perhatian pada tugas-tugasnya.

Untuk Pelatih, CBT dapat :
* Memungkinkan adanya kesesuaian antara pelatihan dan persyaratan kemampuan kerja.
* Memungkinkan adanya kebebasan dalam penentuan waktu mulai, selesai dan kecepatan program pelatihan.
* Penyederhanaan prosedur penilaian.

Untuk Pemberi Kerja, CBT dapat:
* Menjamin kemampuan seseorang karyawan.
* Memungkinkan bagi staf untuk mendapatkan penghargaan atas apa yang telah diketahui serta apa yang dapat dilakukan.
* Mengurangi waktu pelatihan untuk beberapa karyawan.

Apakah Sertifikat Kompetensi itu ?

Sertifikat Kompetensi adalah pengakuan formal bahwa seseorang telah memperoleh kopentensi dalam suatu bidang tertentu. Artinya :
* Orang itu harus dapat mendemontrasikan pelaksanaan pekerjaan yang disyaratkan ditempat kerja.
* Orang itu mungkin saja telah beberapa lama mengembangkan dan melatih keterampilan ditempat kerja.
* Orang itu akan dinilai berdasarkan kompetensi.

Dengan demikian pemberian sertifikat dalam sistem pendidikan dan pelatihan berdasarkan kompetensi bukan hanya mengenai penyelesaian suatu program belajar, melainkan merupakan suatu keharusan bagi peserta untuk mendemonstrasikan bahwa dia telah mencapai kompetensi yang dimaksud.
Dalam sistem yang mapan dengan dukungan kuat dari industri sebagian besar penilaian dan pemberian sertifikat dapat dilakukan di tempat kerja atau lingkungan simulasi.

openlibrary.org

REFORMASI KEDIKLATAN MELALUI E-LEARNING

August 15th, 2009

eLearning_icon

Teknologi pembelajaran saat ini telah masuk dalam salah satu pola dan metode pembelajaran yang diakui memberikan dampak besar terhadap komunitas pembelajaran di dunia. Salah satu teknologi yang sedang menjadi wacana diskusi nasional adalah penerapan tekonologi belajar melalui e-learning sebagai solusi terhadap permasalahan kuantitas

dan kualitas pembelajaran yang dapat dihasilkan oleh sebuah institusi.

Dibandingkan kelas tatap muka seperti yang biasanya dilakukan oleh banyak institusi pendidikan, kelas e-learning memberikan beberapa perbedaan yang cukup signifikan terhadap hasil dan output serta dampak terhadap kebutuhan peserta ajar,

institusi penyeleanggara maupun regulator sebagai pemegang kendali peraturan pembelajaran. Perbedaan metode menggunakan e-leraning tersebut adalah :

1.    Menghemat biaya

Teknologi yang menggunakan sistem distance learning berbasis web atau eLearning ini akan lebih menghemat 40-60% biaya pendidikan pada sistem kelas tradisional. Sistem ini akan mengurangi biaya-biaya utama yang harus dikeluarkan baik siswa, dosen, dan kampus. Biaya yang dihemat antara lain pada :

•    Biaya Perjalanan, hampir 40% biaya pendidikan adalah pada biaya perjalanan, yang antara lain digunakan untuk membayar transportasi bis, taxi, parkir, makan, dan lain sebagainya.
•    Biaya Fasilitas dan Penyelenggaraan, sistem distance learning berbasis web ini akan mengemat biaya untuk penyediaan fasilitas kelas seperti meja, kursi, whiteboard, dan berbagai macam kebutuhan kelas lainnuya. Dengan menggunakan virtual library, simulasi, dan sistem on-line akan mengurangi biaya yang harus dikeluarkan oleh kampus sebagai penyelenggara pendidikan.
•    Biaya Administrasi,  dengan sistem ini institusi akan lebih mudah dan ringan.  Pekerjaan bagi seorang administrasi seperti : pendaftaran mahasiswa, penyebaran dan penyediaan materi belajar, pengaturan penilain, pengumpulan saran-saran, dan lain sebagainya tidak perlu dilakukan secara manual.
•    Biaya Gaji, seorang pekerja atau pengajar akan dibayar sesuai dengan lama waktu yang dibutuhkan untuk proses mengajar. Meskipun waktu proses belajar mengajar sistem Distance learning berbasis web dengan sistem kelas tradisional hampir sama, tetapi biaya yang digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi akan terkurangi. Sebagai contoh seorang pengajar yang mengajar untuk tiga hari pertemuan, tetapi dia diasumsikan mebutuhkan waktu lima hari untuk berangkat dan kepulangan. Dengan sistem ini biaya tiga hari kuliah akan dibayar tiga hari gaji.

Ada banyak cerita sukses terhadap pengurangan biaya operasional terhadap kegiatan pengembangan SDM dengan menggunakan eLearning ini :

a.    Buckman Lab: $2.4 juta mengurangi biaya hingga $400 ribu
b.    Aetna: terkurangi hingga  $3 juta
c.    HP: $7 juta hingga hanya $1.5 juta
d.    Federal Internasional Finance: berhemat hingga  $1 juta
e.    MCI WorldCom University telah menggunakan sistem training secara on-line dan telah menghemat biaya sebesar $2.68 million USD pada tahun 1998, yang digunakan untuk travel, penyediaan fasilitas, gaji ($ 1500 per siswa), dan pengembangan infrastruktur lainnya.

Data dari tabel dibawah ini adalah simulasi perbandingan antara biaya perkuliahan biasa dengan sistem perkuliahan berbasis web yang telah diterapkan di beberapa institusi pendidikan perguruan tinggi di amerika:

2.    Memperbaiki Sistem Pengajaran

Meskipun sebuah sistem baru, implementasi distance learning ini dalam proses pengajaran sangat banyak, antara lain  :

•    Memperbanyak aktifitas siswa, dengan sistem ini akan menuntut siswa untuk lebuh aktif . Siswa tidak hanya duduk dan medengarkan saja, tetapi dia akan lebih aktif  dan harus bepikir. Siswa akan lebih mengontrol sistem pembelajarannya sendiri. Dengan kondisi ini maka siswa akan merasa lebih bertanggung jawab dan belajar secara efektif.
•    Memperluas dalam perolehan sumber data dan sumber pengetahuan (knowledge resource),  dengan terkoneksi internet secara global maka siswa dapat mengeksplorasi sendiri sumber-sumber data untuk dipelajari dan dianalisis. Internet yang menyipan berjuta-juta informasi dapat menjadi media perpustakaan bagi siswa.
•    Kerjasama, dengan menggunakan discussion board maka siswa dapat saling berkomunikasi untuk berdiskusi, berdebat, dan saling bertuka pikiran dengan sesama siswa, dosen, bahkan orang luar secara global menggunakan koneksi internet.

3.    Lebih nyaman

Dari berbagai penelitian dipeoleh data bahwa sekitar 81% siswa merasa lebih nyaman menggunakan sistem pembelajran jarak jauh ini.  Mereka lebih memiliki keberanian untuk bertanya kepada instruktur dan mendapatkan jawaban dari permasalahan mereka sesuai kebutuhan mereka.

4.    Kebebasan siswa dan Universalitas

eLearning ini mampu menyesiakan dengan berbagai type siswa dan personalitas seperti : kecepatan berpikir, masalah bahasa (verbal), akititas siswa, introvet/ekstrovet, dan lain sebagainya.  Semua siswa akan merasa diperlakukan sama. Dengan demikian siswa akan lebih merasa bebas dan mampu berkonsentrasi kepada proses belajarnya daripada harus mempermasalahkan masalah sosial yang muncul. Cukup menggunakan sandal dan piyama siswa dapat mengikuti proses belajar.
Dengan metode ini siswa dapat menentukan langkah-langkah pembelajaran dan penjadwalannya (schedule). Seorang siswea dapat belajar dengan waktu yang lama, dimana seharusnya dalam sebuah perkuliahan membutuhkan waktu beberapa jam. Dan dia dapat mengulangi pelajaran kapan pun bila mungkin mengalami sebuah kesulitan atau mungkin begitu tertarik terhadap mata kuliah tersebut.
Hal ini akan memberikan sisi positif terhadap siswa yaitu menciptakan rasa bertanggung jawab dan disiplin pribadi terhadap apa yang telah dilakukan.

5.    Kemudahan Pengajar

Seorang instruktur akan lebih mudah mengajar karena dia dapat memberikan materi belajar dari mana saja dengan sebuah koneksi internet. Dengan demikian akan megurangi biaya transportasi seorang instruktur dan menghemat waktu. Dan seorang instruktur dapat melakukan penilaian aktivitas siswa, nilai mid, ujian akhir secara penilaian otomatis yang dibuat pada sistem pembelajaran jarak jauh ini.

6.    Materi kuliah yang lebih dinamis

Seorang instruktur dapa menambah mata pelajaran kapan pun dengan cepat. Dia dapat mengirimkan materi dari rumah ketika dia tadi lupa memberikan kuliah ataupun ketika dia mempunyai sebuah inspirasi baru tentang materi kuliah. Dengan demikian maka informasi materi kuliah dapat up to date.

7.    Skalabilitas yang lebih luas

Dengan menggunakan perkuliahan berbasis web ini, maka masalah skalabilitas terhadap jumlah siswa (participant) tidak menjadi masalah lagi,. Jumlah 10 atau 100 siswa pun tetap sama bagi seorang dosen dalam mengajar, sehingga energi yang dikeluarkan untuk mengjar akan menjadi lebih kecil.

8.    Membentuk sebuah komunitas

Dengan Web orang mampu membuat komunitas yang mana orang dapat bertukar pikiran dan ilmu pengetahuan dengan mudah dan kapan saja. Sehingga orang dapat berinteraksi satu sama lain., dengan demikian akan menjadikan sisi humanisme dai teknologi ini.

Sesuai dengan penjelasan diatas dapat dibuatkan kesimpulan dalam table perbandingan metode konvensional dengan metode eLearning seperti dibawah ini :

e-leraning-perbandingan

Melihat hasil analisa perbandingan dua buah metode tersebut, rasanya akan sangat memberikan harapan bila dikatakan bahwa e-learning merupakan salah satu tools/alat bantu bagi proses reformasi kediklatan. Seperti pembahasan

mengenai reformasi pada artikel sebelumnya, perubahan yang dimaksud dengan metode ini adalah perubahan budaya, kultur kerja dan output yang dihasilkan dari pelaksanaan metode e-leraning ini, baik secara kunatitas maupun kualitas hasil kerja.

Berikut sedikit ilustrasi salah satu dampak yang bisa didapat dari proses perubahan metode kediklatan ini.

presentasi-elearning-1

presentasi-elearning-2

presentasi-elearning-3

presentasi-elearning-4

presentasi-elearning-5

presentasi-elearning-6

(To be Continued…)

STANDARD PENDIDIKAN KUALIFIKASI DI AUSTRALIA

August 15th, 2009

education

Australian Qualifications Framework (AQF) merupakan sebuah hirarki pendidikan berbasis kualifikasi di negara Australia.  Secara administrasi framework ini diselenggarakan oleh Pemerintah Australia melalui Departemen Pendidikan, Ketenagakerjaan dan Hubungan Kerja. Beberapa kualifikasi ada di luar sistem frameworks yang telah ditetapkan oleh pemerintah Australia, namun tetap diterima oleh perusahaan atau untuk masuk ke perguruan tinggi ,bidang tersebut adalah teknologi informasi yang dapat diambil melalui vendor Sertifikasi dan International Baccalaureate (Program pendidikan untuk anak usia 3 – 19 tahun).

OVERVIEW

Kerangka frameworks tersebut membagi semua kualifikasi menjadi tiga sektor, seperti tabel dibawag ini.

kualifikasi-sektor

SERTIFIKAT PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH

Sertifikat Pendidikan Sekolah Menengah (SSCE) adalah sertifikat kelulusan diberikan kepada siswa sekolah tinggi di Australia, dan setara dengan High School Diploma dari Amerika Utara dan A-Levels dari Kerajaan Inggris. Siswa yang mengikuti program SSCE biasanya berusia 16-18 dan belajar penuh waktu selama dua tahun (tahun 11 dan 12 sekolah). Di beberapa negara bagian Australia orang dewasa dapat memperoleh sertifikat melalui Akademi teknis dan pendidikan college lainnya atau provider course lainnya.

Kurikulum, sistem penilaian (assessment) dan nama SSCE berbeda di setiap negara bagian dan wilayah. Pemerintah masing-masing menentukan sendiri, walaupun secara garis besar,  kurikulum harus mengacu kepada  kompetensi nasional.

tabel-sekolah-australia

Universitas Australia juga membuat sebuah standar nasional, dengan penilaian akhir untuk setiap siswa SSCE tersebut setara dengan National Tertiary Entrance Rank (ENTER). Universitas dan Lembaga Pendidikan Tinggi menggunakan tanda ini, biasanya digunakan sebagai kriteria utama dalam memilih siswa domestik. Nilai ENTER yang diakui sebagai University Admissions Index (UAI) di New South Wales dan Australian Capital Territory, dan Tertiary Entrance Rank (TER) di tempat lain.

Persaingan di luar kualifikasi Australia Qualifications Framework adalah International Baccalaureate (IB) dan Accelerated Christian Education (ACE) dengan Lamanya akademik selama 12 tahun. Pendidikan IB telah diterima oleh perguruan tinggi. Pada pendidikan ACE seorang siswa juga harus menyelesaikan sebuah Scholastic Aptitude Test (SAT).

(To be Continued in next article…)